
written : Souad
Buku ini adalah memoir seorang perempuan yang semasa kecilnya ia hidup dalam sebuah tradisi dimana pelanggaran atas kehormatan akan berakibat hukuman mati. Sangat ironis, sangat kejam, dan sangat genderisasi. Seperti banyak tempat lain, desa Souad adalah sebuah desa dimana perempuan hanya menjadi sebuah benda. Lebih rendah dari laki-laki, bahkan dari hewan. Mereka harus menurut pada kenyataan bahwa laki-laki adalah pembuat keputusan dan tak pernah salah. Kasus seperti ini masih ada hingga sekarang. Banyak fenomena yang memperlihatkan tentang kekerasan yang berdasarkan gender. Sungguh ironis dimana saat ini, kita sebagai perempuan telah mandiri dan merdeka.
Souad semasa kecil hingga usia 19 tahun hidup di tepi pantai barat*palestina de kaya'a*. Tempat dimana laki-laki dan suami memegang peran penuh di keluarga. Mereka dibolehkan untuk membunuh dan menyiksa para perempuan. Dalam keluarganya, hampir setiap hari Souad mengalami siksaan dan makian oleh ayahnya. Ia bahkan menyaksikan adik perempuannya dibunuh oleh adik laki-lakinya. Di desanya, melahirkan anak lelaki merupakan suatu kebanggaan. Sekolah hanya bisa dirasakan oleh laki-laki. Sang ibu, telah membunuh bay-bayi perempuannya karena ia merasa terlalu banyak anak perempuan. Hingga suatu saat Souad jatuh cinta dan hamil oleh seorang pria. Hal tersebut sungguh membuat malu keluarga hingga Souad dibakar hingga ia sekarat dan selamat di rumah sakit pun keluarganya tetap berusaha untuk membunuhnya. Souad tetap hidup sampai sekarang di suatu tempat di Eropa beserta suaminya yang berkebangsaan Itali dan ketiga anaknya.
Burned Alive adalah sebuah buku menarik hingga anda tidak ingin berhenti untuk membacanya sampai akhir.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar